Beranda BERITA UTAMA Oknum Yang Sebut “Wartawan Diternak Dan Pembuat Berita Hoax”, Begini Perkembangan Kasusnya...

Oknum Yang Sebut “Wartawan Diternak Dan Pembuat Berita Hoax”, Begini Perkembangan Kasusnya Di Polres Matra

374
0
BERBAGI

Sulbar.kabardaerah.com, | Pasangkayu – Sekertaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pasangkayu, Sudirman, hadiri panggilan pertama Polres Mamuju Utara (Matra), rabu (4/7) pukul 9.30 WITA.

Panggilan tersebut, sebagai tindak lanjut atas pelaporan yang dilayangkan beberapa hari yang lalu, jumat (29/6).

Sudirman melaporkan oknum inisial ERB yang diduga melakukan pencemaran nama baik wartawan melalui komentarnya di akun facebook miliknya.

“Saya di Polres sejak jam 9.30 – 11.30 untuk memberikan keterangan tambahan yang diperlukan pihak kepolisian untuk penyelidikan kasus ini” kata Sudir, saat ditemui di Pasangkayu, rabu (4/7).

Selain itu, kata Sudir (sapaan akrabnya), bahwa pihak kepolisianpun telah melayangkan pemanggilan dua saksi untuk dimintai keterangan.

“Hari senin, tgl 9 juli, agendanya menghadirkan dua saksi untuk memberikan keterangan terkait  proses penyelidikan” jelasnya.

“Kita tunggu saja, semoga pihak kepolisian Polres Matra ini bisa secepatnya menangani kasus ini agar ada titik terangnya” harap Sudir.

Seperti yang sudah diberitakan  sebelumnya, di Media Online, bahwa kejadian ini bermula dari akun Saddam yang mengkopy paste foto (copas) salah satu foto jamaah umroh Kabupaten Pasangkayu, atas nama akun Aqil Caem.

Dalam postingannya, akun saddam memasang status tentang, jamaah umroh yang diduga ditelantarkan di jeddah.

Kemudian, bermunculanlah berbagai komentar terhadap postingan saddam tersebut, termasuk komentar Akun Erwin Burica ABM yang diduga mencemarkan nama baik profesi Pers atau Wartawan.

Dalam komentarnya di media Sosial,  ERB menuding bahwa Wartawan di Kabupaten Pasangkayu sudah diternak, diberi makan minum, dan diikat, sehingga tidak bisa melakukan fungsi kontrolnya.

“Susah krn sebagian besar mereka sudah diternak. Dikasi makan minum lalu di ikat. tulisnya.

Selain itu kata ERB di akun FBnya, Sebagian oknum Wartawan di Kab. Pasangkayu juga memuat berita-berita hoax dan pencitraan.

“Mana semuami itu oknum Wartawan ternak. Tulis donk…jangan hanya berita hoax/pencitraan yang dimuat. tulisnya agi.

Untuk diketahui, ERB dilaporkan dengan dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 27 ayat 3:

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 45 ayat 1 : setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Penulis: Rudi

LEAVE A REPLY