Beranda BERITA UTAMA Suryana Nilai Berita Sindonews.com Salah Dan Minta Diklarifikasi

Suryana Nilai Berita Sindonews.com Salah Dan Minta Diklarifikasi

372
0
BERBAGI

Sulbar.kabardaerah.com | Pasangkayu, Bambalamotu – Kepala Sekolah SMPN I Bambalamotu, Suryana, SPd melayangkan protes terkait kesalahan pemberitaan pemecetan dirinya yang dimuat oleh media online sindonews.com, kamis (13/9/2018).

Menurutnya, berita yang ditulis oleh Wartawan tersebut terlalu mendeskreditkan dirinya karena tidak sesuai fakta yang ada dan tidak ada konfirmasi sama sekali.

“Padahal dalam pedoman media siber kan sudah dijelaskan bahwa Pewarta harus mengedepankan cek and ricek atau konfirmasi terlebih dahulu sebelum memuat suatu berita” kata Suryana.

Berita sindonews.com dengan judul “Sekab Pasangkayu Sidak, Dua Kepala Sekolah Dipecat” menurut Suryana sudah mencederai namanya, sebab kata dipecat berarti diberhentikan dengan tidak hormat karena adanya sanksi atas sebuah kesalahan.

Padahal menurut Suryana, Kepala sekolah merupakan tugas tambahan bukan jabatan sehingga sangat salah jika dikatakan ada pemecatan.

“Pemda hanya lakukan penyegaran dengan adanya rotasi kerja, Kalau pecat kan kesannya saya melakukan kesalahan fatal lalu dipecat dan diberi sanksi, tetapi faktanya kan saya sudah mendapat surat bebas temuan sehingga tidak ada sanksi dan penyalagunaan anggaran” jelasnya.

“Bahkan untuk SMP se Kabupaten Pasangkayu baru sekolah saya yang mendapat surat bebas temuan dari Kabag Hukum dan Pemerintahan” tambahnya.

Olehnya lanjut Suryana, pihaknya telah menghubungi redaksi sindonews.com untuk klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

“Kami sudah telfon langsung ke redaksi dan sudah direspon untuk dilakukan klarifikasi, bahkan mereka mengucapkan terimah kasih atas kritikan dari kami” terang Suryana.

Sampai berita ini tayang secara online pihak  Suryana masih menunggu informasi lanjutan terkait kritikannya pada media sindonews.com.

“Kita tunggu informasi selanjutnya, karena pihak redaksi akan menghubungi pewartanya yang ada di daerah” imbuhnya.

BKD Pasangkayu: Tidak ada pemecatan hanya rotasi kerja untuk penyegaran

Sementara itu, kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah, Andi Baso, yang juga merupakan salah satu tim evaluasi dan monitoring Pemda, kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya juga kurang sepaham dengan pemberitaan yang mengatakan adanya pemecatan sebab kedudukan sebagai Kepala Sekolah itu hanya tugas tambahan dan bukan jabatan.

“Bahasa pemecatan itu bukan dari Kami selaku tim” tegasnya saat dikonfirmasi media ini jumat (14/9).

Menurutnya, yang dilakukan oleh Pemda melalui tim tersebut yaitu sebatas rotasi kerja untuk penyegaran.

“Kesepakatan dari hasil tim evaluasi dan monitoring seperti itu” pungkasnya.

DPRD Komisi I: Langkah Pemda dinilai Subjektif

Di tempat terpisah, anggota DPRD Pasangkayu Komisi I, Ikram Ibrahim, menilai langkah pemerintah daerah untuk melakukan pemecatan seperti yang diberitakan maupun langkah-langkah lain seperti mutasi terlalu subjektif.

Sebab menurutnya, sesuai hasil sidak yang dilakukan timnya di Sekolah tersebut ditemukan fakta bahwa belum adanya data data empiris yang benar-benar fatal sehingga menyebabkan kepala sekolah tersebut harus dimutasi atau dipindahkan.

“Temuan kami justru ada beberapa guru di Sekolah tersebut yang dinilai indisiplin, contohnya meraka bolos jalan-jalan ke Mall di Palu saat jam sekolah” kata Ikram, saat dikonfirmasi media ini via telfon,  jumat (14/9).

“Bahkan fakta yang saya temukan ini juga sinkron dengan informasi dari Dinas Pendidikan” tambahnya.

Sehingga menurutnya, pihak Pemda perlu berkoordinasi juga dengan DPRD selaku fungsi pengawasan agar bisa mengambil langkah langkah yang tidak tendensius dan lebih objektif.

“Pantaun kami Kinerja Kepala Sekolah tersebut baik, justru ada beberapa guru yang kami temukan tidak loyal kepada Kepala Sekolahnya, terlepas dari ada atau tidaknya persoalan internal diantara mereka” terangnya.

Penulis: Rudy

LEAVE A REPLY